Pagi itu aku melihatmu

17-02-11-17-54-30-373_deco

Sayang,
Pagi itu aku melihatmu. Hujan merintik pelan. Orang-orang tengah bergegas menghindar. Tapi tidak kamu. Hujan adalah jiwamu. Ketika orang lain mengundang hujan di kala mereka dirundung sedih, bagimu ia datang di saat-saat terbaikmu.
Continue reading “Pagi itu aku melihatmu”

Advertisements

SEMPURNA

Dia menarik stocking-nya dengan kekuatan nyaris penuh. Dan nyaris pula stocking berwarna hitam itu robek karenanya. Sesaat dia mengatupkan tangan ke mulutnya. Setelah dipastikan stocking itu melekat tepat di tubuh bagian bawahnya, dia memasukkan kakinya satu per satu ke rok pensil bermotif kotak-kotak tartan dengan warna hijau lumut. Warna kesukaannya. Dilanjutkan mengenakan blus dengan warna senada, lalu dia mematut dirinya di depan cermin besar dalam kamar.

Sempurna, pikirnya.

Continue reading “SEMPURNA”