[Bukan] Halaman Terakhir*

pic from pinterest
: K

Kukira langit adalah kamu, K, dengan pelukannya yang biru. Tapi lalu kamu hadir dalam tetes-tetes air yang berjatuhan dari tempat yang kukira kamu. Aku salah. Adamu adalah saat aku memutuskan untuk berteman dengan tetes hujan, dan mulai mencintainya.

Mencintai hujan, K, adalah mencintaimu. Berikut petirmu yang menyakitkan dan dinginmu yang menggigil. Betul, melelahkan. Seperti menunggu bus yang tak kunjung datang di tengah malam.

Lalu aku melihat sebingkai biru dari balik jendela. Apakah itu kamu yang telah menjelma langit, K? Atau langit baru yang mencoba mengetuk pintu rumahku yang terkunci?

Lagi, K, kisahmu ini bagaikan tulisan-tulisanku yang enggan mencapai halaman terakhir. Tak selesai.

—————-

*Tulisan lama yang terselip dalam folder
Advertisements