[Bukan] Halaman Terakhir*

: K Kukira langit adalah kamu, K, dengan pelukannya yang biru. Tapi lalu kamu hadir dalam tetes-tetes air yang berjatuhan dari tempat yang kukira kamu. Aku salah. Adamu adalah saat aku memutuskan untuk berteman dengan tetes hujan, dan mulai mencintainya. Mencintai hujan, K, adalah mencintaimu. Berikut petirmu yang menyakitkan dan dinginmu yang menggigil. Betul, melelahkan….

Langit

kamu hanya perlu melihat langit untuk menemukanku. maka akan  kukirimkan sepaket cahaya matahari untuk menemani harimu dan sekantong cerita bulan untuk menemani malammu.

Morning

and came the morning sky blowing out magical dust bring a day into a shine

Surat #26 Langit

Dan aku akan berada di sini, di tepi jendela, memandangmu. Karena kamu adalah batas yang tak memiliki batas. Kepadamulah harapan dan mimpi kugantungkan. Pegang itu, ya. Jangan dijatuhkan.