Another Trip to Sing

Ya, perjalanan lain ke Singapore. Saat teman-teman kantor mengetahui saya sudah membeli tiket, mereka merepet-repet mempertanyakan kenapa saya hobi banget bolak-balik ke Sing. Kenapa nggak beli ke negara lain aja, sih, Yu? Mereka nggak salah. Tapi, saya dan Nia – teman saya sejak SMA, pernah berjanji kepada teman-teman kami untuk traveling bersama ke sana dan…

Theme Parks Was The Main Course

I’m not in the mood to write about my trip to Singapore. Because, well… it’s Singapore. You’ll love it. Singapore are clean and organized. You’ll feel safe walking around the street even you’re alone in the nite. There’s so many cute stores selling cute things you like. So many malls. So many chic cafes to…

[January] Royce Chocolate

Awalnya seorang teman ibu saya yang sering pergi ke kota singa selalu memberikan saya sekotak coklat sebagai oleh-oleh. kemasannya classy. simple. isinya coklat dark yang telah dipotong kotak kecil-kecil. Tertutupi oleh taburan coklat bubuk.

Sing A Long :: Epilogue

Perjalanan kali ini mengajarkan bahwa mungkin lain kali jangan terlalu banyak manusia dalam satu rombongan. Kalau kurang koordinasi dan menyiapkan mental, bisa berantem :p. Juga mengajarkan  bahwa hari terakhir adalah khusus untuk pulang, dan jangan mengambil flight terakhir :p. Kalau nggak, akan bernasib seperti dalam perjalanan-perjalanan sebelumnya; tidak tahu harus kemana dan ngapain(^^;).

Sing A Long :: Lost, Crowded, Turbulence

Tampaknya kami harus mulai belajar dari kesalahan. Mungkin dalam perjalanan berikutnya kami harus menetapkan hari terakhir hanya untuk pulang. Jangan sok deh mengambil flight terakhir :p. Akibatnya, seperti dalam perjalanan di Bangkok, kami tidak tahu harus ke mana. Saat di Bangkok masih menyenangkan, karena ditemani mas guide yang cakep dan sempat kami perebutkan #eh.