Surat #19 Kamu!

Kamu!

Iya, kamu yang duduk di deretan paling atas.
Continue reading Surat #19 Kamu!

Advertisements

Kamu sudah mendapatkannya, ya?

Sejak awal saya terjatuh, saya seratus persen menyadari bahwa akhirnya adalah ini. Tapi, ya, saya menolaknya. Terus. Bahkan ketika entah dengan penuh kesadaran atau tidak, saya kerap menambal retakan itu berulang kali. Menggunakan lem. Menggunakan selotip. Menggunakan apapun yang dapat menyatukan kembali.

Continue reading Kamu sudah mendapatkannya, ya?