[Bukan] Halaman Terakhir*

pic from pinterest
: K

Kukira langit adalah kamu, K, dengan pelukannya yang biru. Tapi lalu kamu hadir dalam tetes-tetes air yang berjatuhan dari tempat yang kukira kamu. Aku salah. Adamu adalah saat aku memutuskan untuk berteman dengan tetes hujan, dan mulai mencintainya.

Mencintai hujan, K, adalah mencintaimu. Berikut petirmu yang menyakitkan dan dinginmu yang menggigil. Betul, melelahkan. Seperti menunggu bus yang tak kunjung datang di tengah malam.

Lalu aku melihat sebingkai biru dari balik jendela. Apakah itu kamu yang telah menjelma langit, K? Atau langit baru yang mencoba mengetuk pintu rumahku yang terkunci?

Lagi, K, kisahmu ini bagaikan tulisan-tulisanku yang enggan mencapai halaman terakhir. Tak selesai.

—————-

*Tulisan lama yang terselip dalam folder

Oase

morning beach

Bahwa pertemuan dengannya adalah selalu yang terakhir. Setidaknya, aku selalu memperlakukan pertemuan kami seperti itu. Dengan demikian, aku selalu menikmati setiap detik yang kami habiskan bersama, meski hanya duduk diam tanpa ada percakapan apa pun. Aku menikmati keberadaannya di sampingku. Karena setelah itu, tidak akan ada lagi. Mungkin.

Saat ini masih pukul sembilan pagi. Ombak menggulung-gulung datang ke pantai dari tengah laut. Tapi hujan sedang tumpah, jadi kami membereskan alas duduk kami dan berteduh di warung terdekat. Setelah memesan dua gelas kopi instant, kami melanjutkan kegiatan sebelumnya; menikmati laut.

Kenapa kamu suka hujan, Mii? tanyanya.

Continue reading “Oase”

Still

20130227-232150.jpg

even if my heart’s still beating just for you
i really know you are not feeling like i do
and even if the sun is shining over me
how come i still freeze?
no one ever sees no one feels the pain
i shed teardrops in the rain
[teardrops in the rain, cnblue]

I love you still

it had to be you.
 
senandungku merupa tetes hujan. deras.  menyapu langit.
merontokkan daun-daun yang meninggalkan ranting.
 
cause no body else gave me that feel.senandungku merupa bulir hujan. mengetuk jendela yang basah.
kusapa matamu ranum. apa yang kau tatap?

i love you still

senandungku merupa deras hujan. berjatuhan.
di sini aku. tetap.

 
———–
-Ciracas, menunggu hujan reda untuk kembali ke rumah-