[Bukan] Halaman Terakhir*

: K Kukira langit adalah kamu, K, dengan pelukannya yang biru. Tapi lalu kamu hadir dalam tetes-tetes air yang berjatuhan dari tempat yang kukira kamu. Aku salah. Adamu adalah saat aku memutuskan untuk berteman dengan tetes hujan, dan mulai mencintainya. Mencintai hujan, K, adalah mencintaimu. Berikut petirmu yang menyakitkan dan dinginmu yang menggigil. Betul, melelahkan….

Juni, Hujan Dulu dan Sekarang

: dulu mereka bilang juni saatnya hujan turunnya tetes-tetes membawa serta sendu, bergelembung lalu pecah di udara

Oase

Bahwa pertemuan dengannya adalah selalu yang terakhir. Setidaknya, aku selalu memperlakukan pertemuan kami seperti itu. Dengan demikian, aku selalu menikmati setiap detik yang kami habiskan bersama, meski hanya duduk diam tanpa ada percakapan apa pun. Aku menikmati keberadaannya di sampingku. Karena setelah itu, tidak akan ada lagi. Mungkin. Saat ini masih pukul sembilan pagi. Ombak…

Still

even if my heart’s still beating just for you i really know you are not feeling like i do and even if the sun is shining over me how come i still freeze? no one ever sees no one feels the pain i shed teardrops in the rain [teardrops in the rain, cnblue]

I love you still

it had to be you.   senandungku merupa tetes hujan. deras.  menyapu langit. merontokkan daun-daun yang meninggalkan ranting.   cause no body else gave me that feel.senandungku merupa bulir hujan. mengetuk jendela yang basah. kusapa matamu ranum. apa yang kau tatap? i love you still senandungku merupa deras hujan. berjatuhan. di sini aku. tetap.  …