Midnight in Paris: travel to the past

I watched this because my brother bought the dvd for me. He’s so kind, isn’t he? πŸ™‚

At first, I thought it’s chickflick. But it’s not. And as I expected; not disappointed. Although, in my opinion, Owen Wilson is less suitable for movie with this kind of theme, but overall the movie is super great.^^

Continue reading “Midnight in Paris: travel to the past”

Lost in France 0.6

Hari ini kami akan bertolak ke Amsterdam. Tapi kami masih punya waktu hingga siang hari. Jadi saya dan seorang teman memutuskan akan ‘berburu’ the famous macaroon di Laduree, sebuah cake and pastries brand yang berdiri sejak 1862!

The famous macaroon!

Maka setelah check-out dan menitipkan koper, kami pun kembali ke Champs-Elysees, tempat Laduree yang dituju. Interior tokonya sungguh manis, membuat saya ingat pada kakak saya. Ini interior kesukaannya^^. Tapi Paris memang ‘kotanya’. Kalau saya jatuh cinta pada London, maka Paris adalah cinta milik kakak saya^^.

Continue reading “Lost in France 0.6”

Lost in France 0.5

Senyaman-nyamannya bus di Eropa, tetap saja yang namanya naik bus (malam) itu melelahkan dan bikin pegal.

Akhirnya kami tiba di Paris. Langit masih gelap dan jalanan masih sepi. Bus masuk ke dalam gedung parkir stasiun. Sepi, hanya ada bus-bus lain sedang parkir dan dua taksi yang tampaknya ‘kehilangan’ supirnya. Kami mengira-ngira bagaimana mencari taksi untuk mencapai hotel. Apakah kami harus menggeret-geret koper lagi? (Oh, no!)

Tapi syukurlah kami mendapatkan satu dari dua taksi yang sedang diparkir tadi. Langit masih saja gelap saat kami tiba di Hotel mungil bernama Maison Du Pre yang terletak tidak jauh dari stasiun kereta Gare du Nord.

Kalau ada hal yang saya (dan teman) selalu takutkan adalah ketika kami harus menggeret-geret koper super besar dan berat itu (maklum, princess :p). Hal itu pula yang kami takutkan ketika tiba di hotel. Konon sebagian besar hotel-hotel kecil di Paris tidak memiliki lift. Jadi ketika kami bertanya apakah ada lift di hotel ini, dan dijawab dengan “Yes, over there,” bernapas legalah kami^^. Meskipun lift tersebut begitu mungil, mentok diisi dua orang dan satu koper.

Tapi karena kami tiba terlalu pagi tentu saja kami belum bisa check-in. Akhirnya setelah memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi lobby dan menitipkan koper, kami bertiga pun keluar dan mengeksplor kota.

Continue reading “Lost in France 0.5”