It Was Oranje

Since June 1910
Since June 1910

Jangan pernah merasa terpaksa saat kamu memang terpaksa pergi ke suatu tempat di luar kota tempat tinggalmu. Seperti halnya saya yang ‘terpaksa’ ikut menemani Ibu (dan teman-temannya) saya ke Surabaya. Awalnya saya berpikir pasti akan menjadi asisten dadakan beliau dan harus mengikuti perjalanan beliau dan teman-temannya. Itu sebabnya saya menghilangkan keinginan untuk menjelajahi tempat-tempat menarik macam Masjid Ceng Ho atau House of Sampoerna, karena tempat-tempat tersebut tampaknya tidak menarik bagi mereka.

Continue reading “It Was Oranje”

Advertisements

Si Pulpy Orange

Saya sedang kecanduan orange. Bukan novel orange punya teman saya. Juga bukan buah orange yang terkadang ‘menipu’ saya dengan rasa kecutnya. Well, mendekati. Saya sedang kecanduan orange juice. Lebih tepatnya orange juice dari Minute Maid. Saya memang suka jus jeruk, buatan pabrik boleh, peras asli apalagi :D.

Satu hari saya (yang masih buta akan keberadaan si pulpy orange ini) dan kakak sedang berjalan-jalan di lorong Hypermart, Cibubur Junction. Mencari si jus jeruk yang lengkap dengan ampas alias bulir-bulir jeruknya, apapun mereknya. Yang saya tahu tentang orange juice yang disertai bulir-bulirnya hanya yang berada dalam kemasan kaleng. Sayangnya saya kurang suka, karena saat air jeruk itu ‘bertemu’ dengan si kaleng di bibir saya, rasanya jadi tidak enak. Continue reading “Si Pulpy Orange”