Pesan Dari Mama

photo 2(2)

Saya pernah membaca sebuah cerita di mana tokoh utamanya menemukan surat dalam sebuah buku di perpustakaan. Surat itu ditujukan untuk kekasih si penulis surat. Namun sang tokoh utama menganggap surat tersebut adalah pesan tersirat yang ditujukan untuknya. Ia merasa akan menemukan jawaban yang selama ini ia cari jika ia membantu meneruskan surat itu.

Mungkin terdengar berlebihan, tapi kira-kira seperti itulah yang saya rasakan ketika menemukan selembar kertas ini dalam buku yang tersimpan di rak. Saya mengambil buku tersebut karena ingin membacanya kembali, lalu menemukan kertas itu.
Continue reading “Pesan Dari Mama”

Advertisements

Surat #1 Mama

Surat pertama ini untukmu, Ma.

Saya hanya ingin berterimakasih untuk hidup Mama. Saya sungguh beruntung tidak mempunyai penyesalan apapun. Mungkin karena kita sering menghabiskan waktu bersama ya, Ma? Menonton drama korea hingga jam tiga pagi, menghabiskan hari di mall, memborong buku di gramedia – Mama berkutat di rak buku rohani dan buku resep, sementara saya lebih memilih novel dan komik, memborong kain dan baju di mangga dua, mencari es cendol favorit Mama di Bogor (saya lupa di mana tempatnya sekarang), hingga menemani saya menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam, atau saya yang menemani Mama menyelesaikan urusan gereja hingga larut malam juga.

Continue reading “Surat #1 Mama”