2Nite Escape::Epilogue

Kita dapat memetik suatu pelajaran dalam hal sekecil apa pun. Sama halnya dengan liburan dua hari saya kali ini. Jadi pelajaran apa saja yang saya dapatkan?

Continue reading “2Nite Escape::Epilogue”

Advertisements

2Nite Escape::Shopping

Hari kedua.

Hari terakhir.

Hari belanja! 😀

Pagi ini kami bisa bangun lebih siang dari kemarin. Matahari sudah bersinar cerah saat saya membuka mata karena kaget oleh ‘teriakan’ @hikosimanjuntak yang menyuruh-nyuruh mandi *mentang-mentang dia sudah mandi :p*.

Setelah sarapan yang sangat mengenyangkan (kami makan lebih banyak dari sarapan kemarin), kami bertolak ke Suria KLCC. Sebelum masuk mall megah tersebut, kami mencari spot keren (meski rela berpanas-panasan) untuk berfoto bersama twin towers. Semua ini karena teman saya bilang, “kamu nggak sah kalau nggak foto sama si kembar!”

Iya, deh.

Continue reading “2Nite Escape::Shopping”

2Nite Escape::Blessed

Saya tidak bisa tidur. Entah karena tubuh belum mampu beradaptasi dengan tempat baru, atau karena terlalu bersemangat ingin memulai liburan. Begitu pula dengan teman-teman seperjalanan saya, @hikosimanjuntak dan @edithnatasha. Mungkin yang mampu terlelap hanyalah @erlinhutauruk. :p

Dan sabtu ini, hari kami dimulai pukul 05.00am (tentunya waktu Malaysia). Setelah bergilirganti mandi pagi, kami turun ke bawah untuk sarapan. Di Malaysia, matahari baru mulai menampakkan sinarnya pukul setengah tujuh, saat kami memasuki restauran. Dan memilih menu yang sama; mash potatoes, baked beans, couples of sausages and ham, ditemani kopi (dan teh), serta segelas air putih.

Tepat jam tujuh pagi kami menarik diri keluar dari hotel dan menuju stasiun. Rencana kami adalah mengambil paket Go Genting; sebuah paket perjalanan sehari ke genting yang meliputi transportasi pulang-pergi menggunakan bus serta cable car, plus pilihan antara tiket masuk ke theme park atau menikmati paket lunch.

“Sudah habis.” Ucap ibu penjaga konter Go Genting tersebut.

Continue reading “2Nite Escape::Blessed”

2Nite Escape::prologue

Sekali lagi kami berangkat.

Masih orang-orang yang sama, dengan destinasi yang berbeda.

Sama seperti liburan kami ke Bangkok tahun lalu, liburan kali ini pun adalah hasil penantian sembilan bulan (baca: kami beli tiket pesawat sembilan bulan yang lalu^^). Saya ingin menulis perjalanan ini dengan ceria, mengingat tulisan saya tentang Bangkok tersentuh rasa mellow :).

Tepat ketika jarum jam menunjukkan pukul empat sore, kami (yang kebetulan memang satu kantor semua) segera melesat menuju bandara. Penerbangan kami memang pukul sembilan malam, tapi bukankah banyak yang harus dituntaskan terlebih dahulu? Misal; makan malam, membereskan koper-koper alias check-in, hingga imigrasi.

Setelah beres mengurus imigrasi dan menunggu gate dibuka, kami berempat akhirnya memutuskan membeli sebotol wine yang seharusnya dalam rencana akan dibeli di tempat tujuan. Ya, sudahlah.. ^_^.

Sempat salah gate karena pihak bandara ‘seenaknya’ mengubah-ubah hingga gate yang tertera di boarding pass dan layar monitor -yang tersebar di seluruh bandara- tak sama dan tanpa pemberitahuan, akhirnya kami duduk manis dalam pesawat; mendengarkan iPod, tidur, dan saling bercerita.

Dan kami tiba. Pukul 00.00am waktu Malaysia. Oh, saya lupa bilang, tujuan ‘escape’ kami kali ini adalah Negara yang konon pernah mengklaim diri sebagai pemilik batik *menyinggunglukalama* *halah* :p

Liburan singkat kami akan segera dimulai.

Mari.