Dengan Bahagia: Menjadi Perempuan Indonesia

IMG_20170503_193435
April selalu hadir dengan iringan perayaan β€˜kebebasan’ kaum perempuan. Semua perayaan demi menghormati Kartini, sang pelopor yang kerap kita teladani. Bagi kita – kaum perempuan, keberadaan diri saat ini tak lepas dari perjuangan Beliau di masanya. Masa di mana perempuan nyaris tak punya suara, masa di mana kehidupan telah diatur tanpa boleh dibantah. Namun Kartini melakukan yang sebaliknya. Begitulah Beliau memutuskan untuk menjadi perempuan Indonesia.
Continue reading “Dengan Bahagia: Menjadi Perempuan Indonesia”

August Short Trip

batik trusmi
batik trusmi

Kalau ada yang cukup jeli, mungkin selama dua hari di Cirebon bulan Agustus lalu cukup sering terlihat tiga perempuan yang sedang rapat di pinggir jalan sambil menunggu dan menebak-nebak angkutan kota yang lewat. Ya, itu kami bertiga – saya dan dua teman, Nia dan Indah. Ketika libur hari kemerdekaan Agustus lalu, kami bertiga memutuskan untuk lari sejenak ke Cirebon (karena kami sedang bosan lari ke Bandung atau Bogor, dan kota tersebut paling dekat).
Continue reading “August Short Trip”

Cerita Perut dari Grage*

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/bd1/3266952/files/2015/01/img_2075.jpgTiba-tiba saja kota Cirebon menjadi sangat sering dibicarakan (ya, saya menambahkan kata β€˜sangat’). Dulu, bagi saya, Cirebon adalah tahu gejrot dan tape ketan daun jambu. Pada masa yang lebih lampau, Cirebon adalah kota singgah ketika road trip bersama keluarga. Sekarang, ketika membuka laman media sosial, sebutlah facebook atau path, saya kerap menemukan cerita-cerita perjalanan ke Cirebon. Sebagian besar adalah cerita-cerita mengenai kuliner. Sedikit yang menceritakan objek wisata, seperti Keraton Kasepuhan atau Gua Sunyaragi. Tampaknya mereka hanya bonus wisata setelah puas berkuliner ria. Padahal, tempat-tempat tersebut menyimpan kisah-kisah sejarah yang menarik.

Continue reading “Cerita Perut dari Grage*”

Terlalu Murah

FullSizeRender(5)Bapak penarik becak itu menepis peluh dengan punggung tangannya, lalu menarik kerah kaosnya yang sudah kumal untuk melap keringat yang terlanjur menetes. Hari itu cuaca tidak panas di Cirebon, matahari sedang dalam mood terbaiknya. Bahkan ia mengundang bayi-bayi hujan untuk bermain. Saat itu rasanya seperti berada di depan blower yang biasa kita nikmati di dufan. Adem. Namun, mungkin-pekerjaannya yang sungguh menguras tenaga itu yang membuatnya tetap berpeluh.
Continue reading “Terlalu Murah”

P.E.T.E: Animals Meets Animals

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/bd1/3266952/files/2014/12/img_1858.jpg

Pagi itu, langit terang dengan sinar matahari yang tampaknya sedang dalam mood yang baik. Tapi kami tidak percaya. Akhir-akhir ini langit layaknya seorang cewek moody yang sedang pms. Kadang bersinar cerah, namun sedetik kemudian bisa saja menghadirkan hujan tanpa pemberitahuan. Itu sebabnya di dalam tas kami masing-masing tersimpan payung dan di tangan kami tersampir jaket atau cardigan atau sweater yang siap dipakai saat diperlukan – pasti diperlukan.

Continue reading “P.E.T.E: Animals Meets Animals”