Payung-payung

Hari ini aku berkunjung ke rumahmu. Sudah tiga tahun kau tak pernah menengoknya. Halamannya sudah penuh dengan rerimbunan rumput yang tak terpotong. Perabotan di dalamnya sudah menjadi hunian laba-laba. Payung-payung masih menghiasi dengan warna yang memudar. Lantai kayu berderik-derik tiap kali kugerakkan kaki. Rumah kosong yang sarat emosi.

Memori: Find a Way Home

312 hal. | GagasMedia, 2012 Kumpulan kenangan itu seperti kartu-kartu domino yang berdiri berdekatan membentuk barisan rapi yang panjang. Ketika kartu yang berada di ujung terjatuh karena sentuhan, yang lain segera mengikuti satu per satu…” Ada sebuah lagu rohani yang sering dinyanyikan pada saat kebaktian minggu; Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya. Bukalah pintunya,…

Future

Lalu? Ada pintu kaca besar di kamar yang menghadap ke pantai. Jadi begitu bangun pagi bisa langsung menikmati pantai dan suara ombak. Seru, kan? Nggak takut tinggal di dekat laut? Nggak takut tsunami? Kenapa harus takut? Kalau memang waktunya mati, ya mati aja.

The Remaining Stones and Beads

Look, what I found while cleaning the closet! Yup, materials and tools to make accessories. It’s been years! So, after finish cleaning the house, I decided to play with the remaining stones and beads. And, whalaaa!