Payung-payung

pic from pinterest.com
Hari ini aku berkunjung ke rumahmu. Sudah tiga tahun kau tak pernah menengoknya. Halamannya sudah penuh dengan rerimbunan rumput yang tak terpotong. Perabotan di dalamnya sudah menjadi hunian laba-laba. Payung-payung masih menghiasi dengan warna yang memudar. Lantai kayu berderik-derik tiap kali kugerakkan kaki. Rumah kosong yang sarat emosi.
Continue reading “Payung-payung”

Advertisements

Memori: Find a Way Home

312 hal. | GagasMedia, 2012

Kumpulan kenangan itu seperti kartu-kartu domino yang berdiri berdekatan membentuk barisan rapi yang panjang. Ketika kartu yang berada di ujung terjatuh karena sentuhan, yang lain segera mengikuti satu per satu…”

Ada sebuah lagu rohani yang sering dinyanyikan pada saat kebaktian minggu; Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya. Bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja adalah orangnya. Konsep yang sama dengan sebuah kalimat favorit saya: Home is where your heart is. Konsep ini pula yang dibawa Windry mengalir dalam buku ketiganya yang berjudul Memori.


Continue reading “Memori: Find a Way Home”