August Short Trip

batik trusmi
batik trusmi

Kalau ada yang cukup jeli, mungkin selama dua hari di Cirebon bulan Agustus lalu cukup sering terlihat tiga perempuan yang sedang rapat di pinggir jalan sambil menunggu dan menebak-nebak angkutan kota yang lewat. Ya, itu kami bertiga – saya dan dua teman, Nia dan Indah. Ketika libur hari kemerdekaan Agustus lalu, kami bertiga memutuskan untuk lari sejenak ke Cirebon (karena kami sedang bosan lari ke Bandung atau Bogor, dan kota tersebut paling dekat).
Continue reading “August Short Trip”

Advertisements

Another Trip to Sing

IMG_2597Ya, perjalanan lain ke Singapore. Saat teman-teman kantor mengetahui saya sudah membeli tiket, mereka merepet-repet mempertanyakan kenapa saya hobi banget bolak-balik ke Sing. Kenapa nggak beli ke negara lain aja, sih, Yu? Mereka nggak salah. Tapi, saya dan Nia – teman saya sejak SMA, pernah berjanji kepada teman-teman kami untuk traveling bersama ke sana dan menjadi guide mereka.

Sesungguhnya saya sempat dilema antara memenuhi keinginan pribadi saya, yaitu cafe and bookshop hopping atau menjadi guide yang berarti ke tempat-tempat wisata yang sebenarnya sudah pernah saya datangi kali pertama ke Sing.
Continue reading “Another Trip to Sing”

Cerita Perut dari Grage*

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/bd1/3266952/files/2015/01/img_2075.jpgTiba-tiba saja kota Cirebon menjadi sangat sering dibicarakan (ya, saya menambahkan kata โ€˜sangatโ€™). Dulu, bagi saya, Cirebon adalah tahu gejrot dan tape ketan daun jambu. Pada masa yang lebih lampau, Cirebon adalah kota singgah ketika road trip bersama keluarga. Sekarang, ketika membuka laman media sosial, sebutlah facebook atau path, saya kerap menemukan cerita-cerita perjalanan ke Cirebon. Sebagian besar adalah cerita-cerita mengenai kuliner. Sedikit yang menceritakan objek wisata, seperti Keraton Kasepuhan atau Gua Sunyaragi. Tampaknya mereka hanya bonus wisata setelah puas berkuliner ria. Padahal, tempat-tempat tersebut menyimpan kisah-kisah sejarah yang menarik.

Continue reading “Cerita Perut dari Grage*”

Terlalu Murah

FullSizeRender(5)Bapak penarik becak itu menepis peluh dengan punggung tangannya, lalu menarik kerah kaosnya yang sudah kumal untuk melap keringat yang terlanjur menetes. Hari itu cuaca tidak panas di Cirebon, matahari sedang dalam mood terbaiknya. Bahkan ia mengundang bayi-bayi hujan untuk bermain. Saat itu rasanya seperti berada di depan blower yang biasa kita nikmati di dufan. Adem. Namun, mungkin-pekerjaannya yang sungguh menguras tenaga itu yang membuatnya tetap berpeluh.
Continue reading “Terlalu Murah”

What does Ayu did wrong to Nia and the sunโ€ฆ

hello!

โ€ฆis the title of our three day trip to Bandung, last weekend. Well, it ain’t necessary to know the reason why, hahahaha :D. Anyway, it’s seven of us. As usual, our vacation purpose is to eat and eat and drink :p. As we all -Indonesian- know, Bandung has a lot of beautiful cafes and resto with nice view. They lie around at Dago Atas or Lembang. Oh, Bandung has strictly rules about alcohol. Several doesn’t serve alcohol, and several serve them start 06.00pm. Just FYI ๐Ÿ™‚
Continue reading “What does Ayu did wrong to Nia and the sunโ€ฆ”