[Freebies] Recipe Cards

photo 2(3)

Saya paling hobi mencoba resep-resep dessert. Biasanya, saya mencatat resep-resep tersebut di buku catatan mungil yang kerap saya bawa-bawa, atau di blog ini. Tapi, repotnya jadi harus mencari-cari kalau lagi ingin mencoba kembali.

Saya pikir, mungkin saya harus lebih rapi lagi mencatat resep-resep tersebut. Karena ide tersebut muncul saat saya sedang di depan komputer, mencari-cari resep untuk ide DIY hampers lebaran, sekalian saja saya buat sendiri wadah untuk mencatat resep. Maka jadilah kartu ini, yang akhirnya masuk juga ke dalam DIY hampers yang saya susun.

Continue reading “[Freebies] Recipe Cards”

Send The Cards

Sepertinya sudah bertahun-tahun sejak saya berniat mengirimkan kartu ucapan untuk teman-teman saya; entah itu kartu lebaran atau kartu natal. Karena sejak teknologi merajai komunikasi; e-mail, sms, messenger, kartu tradisionil seakan dilupakan. Padahal sentuhan personal dari si pengirim berada dalam kartu-kartu tersebut, yang awalnya dibeli atau bahkan dibuat terlebih dahulu, perlu waktu beberapa menit untuk mencari kata-katanya dan lalu ditulis. Dimasukkan ke dalam amplop dan disegel/lem. Menempelkan perangko, lalu membawanya ke kantor pos atau sekedar memasukkannya ke dalam kotak pos (yang dulu selalu ada dalam setiap komplek perumahan). Diproses oleh para pekerja kantor pos, dikirim, masuk ke dalam kotak pos tujuan. Diterima, dan dibuka, lalu dibaca. Proses yang panjang, memang. Tapi sangat layak.

Continue reading “Send The Cards”

Kartu-kartu yang tertunda

Menuju lebaran hanya tinggal membuka pintu. Sudah dekat. H-5 kalau kata berita-berita tentang mudik. Jakarta sudah semakin sepi. Kedua asisten si mama juga sudah mudik dua hari lalu.

Di tengah-tengah ke (sok) sibukan saya mengurus majalah dan kebingungan saya saat dihadapkan pada layar putih dalam MWord serta keikutsertaan untuk bingung :-p pada masalah yang sedang dihadapi oleh seorang sahabat, saya melupakan sesuatu.

Shoot! Continue reading “Kartu-kartu yang tertunda”