Amsterdam in A Day 0.7

Here we are in Amsterdam. Sekaligus the last day on our Europe trip. Hari sudah pagi, koper-koper telah siap, dan kami pun sudah meyesap secangkir kopi. Karena waktu kami di Amsterdam sangat singkat, kami tidak sempat mengeksplor kota. Kami pun ‘terpaksa’ membatalkan jalan-jalan ke red light distric #eh. Ketimbang mengunjungi madame tussauds seperti yang diajak rekan lain, kami berdua lebih memilih mengunjungi museum. Dan museum terdekat yang dapat ditempuh dengan jalan kaki adalah Anne Frank House A Museum. Maka setelah check-out dan menitipkan koper-koper kami, pergilah kami ke sana.

bangunan-bangunan di tepi kanal

Continue reading “Amsterdam in A Day 0.7”

Advertisements

Lost in France 0.6

Hari ini kami akan bertolak ke Amsterdam. Tapi kami masih punya waktu hingga siang hari. Jadi saya dan seorang teman memutuskan akan ‘berburu’ the famous macaroon di Laduree, sebuah cake and pastries brand yang berdiri sejak 1862!

The famous macaroon!

Maka setelah check-out dan menitipkan koper, kami pun kembali ke Champs-Elysees, tempat Laduree yang dituju. Interior tokonya sungguh manis, membuat saya ingat pada kakak saya. Ini interior kesukaannya^^. Tapi Paris memang ‘kotanya’. Kalau saya jatuh cinta pada London, maka Paris adalah cinta milik kakak saya^^.

Continue reading “Lost in France 0.6”

Lost in France 0.5

Senyaman-nyamannya bus di Eropa, tetap saja yang namanya naik bus (malam) itu melelahkan dan bikin pegal.

Akhirnya kami tiba di Paris. Langit masih gelap dan jalanan masih sepi. Bus masuk ke dalam gedung parkir stasiun. Sepi, hanya ada bus-bus lain sedang parkir dan dua taksi yang tampaknya ‘kehilangan’ supirnya. Kami mengira-ngira bagaimana mencari taksi untuk mencapai hotel. Apakah kami harus menggeret-geret koper lagi? (Oh, no!)

Tapi syukurlah kami mendapatkan satu dari dua taksi yang sedang diparkir tadi. Langit masih saja gelap saat kami tiba di Hotel mungil bernama Maison Du Pre yang terletak tidak jauh dari stasiun kereta Gare du Nord.

Kalau ada hal yang saya (dan teman) selalu takutkan adalah ketika kami harus menggeret-geret koper super besar dan berat itu (maklum, princess :p). Hal itu pula yang kami takutkan ketika tiba di hotel. Konon sebagian besar hotel-hotel kecil di Paris tidak memiliki lift. Jadi ketika kami bertanya apakah ada lift di hotel ini, dan dijawab dengan “Yes, over there,” bernapas legalah kami^^. Meskipun lift tersebut begitu mungil, mentok diisi dua orang dan satu koper.

Tapi karena kami tiba terlalu pagi tentu saja kami belum bisa check-in. Akhirnya setelah memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi lobby dan menitipkan koper, kami bertiga pun keluar dan mengeksplor kota.

Continue reading “Lost in France 0.5”

Frankfurt and The Book Fair 0.4

Hari ini adalah hari terakhir bagi kami berkutat dengan book fair. Dan tidak ada appointment untuk saya. Jadi, selain ikut nyemplung di appointment rekan-rekan, saya browsing ide di beberapa hall, khususnya salah satu hall (lupa hall berapa) yang berisikan penerbit-penerbit Jerman. Berbeda dengan hall 8 yang berisikan penerbit-penerbit internasional dengan stand yang bisa dibilang terkesan formal, stand-stand mereka lebih berwarna dan unik.

rak khusus pippi longstocking di hall penerbit jerman

Continue reading “Frankfurt and The Book Fair 0.4”

Frankfurt and The Book Fair 0.3

Frankfurt adalah kota kota bisnis. Wajar jika segala sesuatu di kota tersebut tampak teratur, nyaman, dan cukup friendly. Tidak heran, karena berbagai macam pameran kelas dunia rutin diadakan di Frankfurt, tepatnya di Frankfurt Trade Fair – yang juga menjadi lokasi Book Fair setiap tahunnya. Karena begitu luasnya, mungkin bisa menghabiskan satu minggu sendiri kalau kamu nekat ingin mengunjungi setiap hallnya^^. Karena itu pula untuk memudahkan para peserta dan pengunjung book fair, disediakan bus (dan becak) untuk berpindah dari setiap hall.


Continue reading “Frankfurt and The Book Fair 0.3”