Sesuatu yang Salah

Ada sesuatu yang salah. Aku tahu pasti itu. Tapi, aku tidak mengerti itu apa. Seperti sesuatu yang tercekik dan tidak bisa melepaskan diri. Seperti akhir sebuah lagu sendu yang membuatmu terdiam sejenak dengan tatapan kosong, sebelum melanjutkan lagu berikutnya.

31 Desember

Hari ini tanggal 31 Desember. Ai menelusuri isi blognya yang sudah berusia enam tahun. Setiap desember Ai biasa menuliskan rangkuman berkatnya yang ia terima selama setahun. Tidak hanya berkat, namun juga kesialan-kesialan yang ia rasakan. Tapi setiap Ai pikir-pikir lagi, kesialan-kesialan tersebut sesungguhnya adalah berkat dengan caranya sendiri. Ai mematut dagunya. Apa yang sebaiknya ia…

Sore

Amos selalu membawa gantungan kunci berbentuk kucing hitam dengan lonceng kecil berwarna merah melingkar di lehernya. Ia mengaitkannya di kunci mobil. Setiap Amos menarik kunci mobil itu dan memasukkannya ke dalam saku atau tas kerjanya, lonceng kecil tersebut bergemerincing samar. Akan terdengar jika benar-benar memasang telinga. Tapi, Raina selalu bisa mendengarnya. Seperti saat ini.

Oase

Bahwa pertemuan dengannya adalah selalu yang terakhir. Setidaknya, aku selalu memperlakukan pertemuan kami seperti itu. Dengan demikian, aku selalu menikmati setiap detik yang kami habiskan bersama, meski hanya duduk diam tanpa ada percakapan apa pun. Aku menikmati keberadaannya di sampingku. Karena setelah itu, tidak akan ada lagi. Mungkin. Saat ini masih pukul sembilan pagi. Ombak…

Meet You

Ia senang duduk di tepi jendela. Memandangi kehidupan dari balik kaca, ucapnya, ketika kutanya mengapa. Tidakkah itu menyedihkan? tanyaku kembali. Ia mengalihkan tatapannya – dari memandangi kehidupan – ke mataku. Lalu sudut bibir kanannya menyungging senyum. Satu dari sekian banyak hal yang kusuka darinya. Hal itu, Mii, tergantung bagaimana kamu memandangnya. Aku masih tak mengerti….