Tahukah kau apa yang turun bersama hujan?

img_0785

Sayang, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka?
Satu bulan? Satu tahun? Atau, lebih dari itu?

Sebagian dari kalian memilih untuk membiarkan luka memudar. Sebagian yang lain menyimpannya secara baik-baik. Ada yang meninggalkan luka dengan senang hati. Namun, ada yang begitu menyayanginya hingga menjadikan luka bagian baru dari dirinya.
~ Goldilocks, hal. 406

Novel ini dinantikan semua orang. Oke, mungkin saya sedikit berlebihan. Saya ulangi, novel ini dinantikan semua penggemar karya Windry yang saya tahu tidak sedikit jumlahnya. Saya salah satunya.

Akan tetapi, novel yang ini berbeda. Untuk saya, novel ini berbeda.

Semua dimulai dari novel kelima Windry yang berjudul London: Angel. Rupanya pembaca bersimpati pada Gilang yang memilih untuk melepas cinta yang ia kejar jauh ke London. Pada lembar-lembar berikutnya, simpati itu menjelma penasaran pada hubungan Gilang dan seorang gadis gila buku yang kerap bertemu dengannya secara kebetulan di kota kesukaan sang hujan – Ayu. Apakah hubungan mereka akan berlanjut? Apakah akan ada cerita di antara mereka?

Lalu datanglah novel ketujuh Windry yang berjudul Walking After You. Buku ini tidak berkisah tentang Gilang dan Ayu, melainkan tentang lelaki manis bermuka masam yang pintar membuat makanan manis, seorang gadis yang melepaskan cintanya karena sebuah kehilangan, serta kehidupan mereka di sebuah toko kue bernama Afternoon Tea. Namun, di tengah cerita Ayu muncul. Rupanya Ayu adalah pengunjung tetap misterius yang selalu memesan souffle yang tak pernah ia sentuh. Ayu selalu muncul membawa hujan dan kesedihan di wajahnya. Ada apa? Apakah hubungannya dengan Gilang tidak berhasil?

Windry memancing. Pembaca terpancing.

Saya tahu Windry tidak tega pada pembacanya yang terus menuntut kehadiran Gilang dan Ayu. Maka muncullah Angel in the Rain. Malaikat berpayung merah – Goldilocks, yang juga berasal dari buku London:Angel, berperan sebagai story teller dalam kisah ini.

Goldilocks menyebut Gilang sebagai si pemuda lucu dan Ayu sebagai si gadis gila buku. Setelah pertemuan terakhir di London, Goldilocks kembali mempertemukan mereka di Jakarta. Kali ini Jakarta bukanlah kota yang panas menyengat, melainkan sendu oleh hujan. Berterimakasihlah pada Ayu karena si gadis gila buku itu yang membawa hujan serta.

Goldilocks terus saja mempertemukan si gadis gila buku dengan si pemuda lucu dalam jejak-jejak hujan Jakarta. Ayu yang semula memutuskan untuk selesai dengan lelaki daripada harus terluka mulai mempertanyakan kembali keputusannya. Gilang yang semula yakin tidak akan mungkin lagi menemukan seseorang setelah hatinya patah berkeping-keping mulai mengubah kembali keyakinannya.

Tapi apakah cinta semudah itu?

Lewat Angel in the Rain, Windry membuat saya kembali berteman dengan hujan. Ya, saya Ayu yang sedang mempertanyakan keajaiban sejak β€˜kehilangan’ hujan. Itulah sebabnya kenapa untuk saya novel ini berbeda :).

Terima kasih untuk menciptakan Ayu si gadis gila buku ini, Wind. Saya suka sekali dengan dia^^. Dan semoga suatu hari nanti saya menemukan Gilang saya sendiri. Kalau beruntung, siapa tahu dia juga mengenakan fedora lusuh dan membawa payung merah yang ia pinjam dari Goldilocks :p

Jadi, tahukah kau apa yang turun bersama hujan?

20140712-182020-66020008.jpg

Advertisements

2 thoughts on “Tahukah kau apa yang turun bersama hujan?

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s