Sesuatu yang Salah

b6c5647be2eb9ceb0b05053f855e66a8

Ada sesuatu yang salah. Aku tahu pasti itu. Tapi, aku tidak mengerti itu apa. Seperti sesuatu yang tercekik dan tidak bisa melepaskan diri. Seperti akhir sebuah lagu sendu yang membuatmu terdiam sejenak dengan tatapan kosong, sebelum melanjutkan lagu berikutnya.

Pagi itu aku terbangun di kamar yang kosong, di apartment mungil yang kosong. Tentu saja, memang hanya aku yang tercatat tinggal di sini. Kucingku yang gendut, Bob, masih melingkar di ujung kakiku. Sisa hujan semalam menyisakan dingin yang membuat kucing itu enggan meninggalkan tempat tidurku. Buku hard cover milik Banana Yoshimoto masih tergeletak di samping, terbuka. Ponselku… aku tidak tahu di mana benda itu, mungkin di atas meja kerja, atau masih tergeletak di meja makan. Entahlah…

Bob tersentak ketika aku menarik kaki turun dari tempat tidur. Hanya sesaat sebelum kembali melanjutkan dengkurannya. Aku hanya mendengus kecil melihat ketidakpeduliannya. Lalu, seperti biasa, tubuhku bergerak seperti robot yang sudah ditanamkan perintah ke dalam otaknya. Rutinitas harian yang menyebalkan.

Aku benci.

Ada sesuatu yang salah. Aku tahu pasti itu. Tapi aku tidak mengerti itu apa.

Beberapa bulan terakhir, terkadang aku terbangun dengan perasaan benci. Terkadang, ketika rasa benci itu terlanjur menumpuk, membuatku ingin sekali melemparkan sekotak pertanyaan pada Tuhan. Ke mana Engkau akan membawaku, Tuhan? Sampai kapan aku harus menunggu, Tuhan? Kenapa aku begini sementara mereka begitu, Tuhan? Dan kenapa kenapa yang lain. Tidak perlu diberitahu, aku tahu aku salah. Tidak sepantasnya aku mempertanyakan jalan Tuhan. Tapi, bukankah aku hanya manusia yang terkadang bisa merasa begitu lelah?

Hari ini adalah salah satunya. Hari di mana aku terbangun dengan perasaan benci. Aku benci harus bangun pagi lalu bersiap pergi ke kantor untuk kembali pulang saat matahari terbenam. Aku benci pulang ke rumah kosong setiap harinya. Aku benci membayar tagihan setiap bulan. Aku benci dengan cerita teman-temanku tentang keluarga kecil mereka yang penuh dengan kebahagiaan. Dan aku benci karena tidak melakukan apa-apa untuk mengenyahkan benci itu.

Aku menuangkan kopi hitam ke dalam cangkirku yang berwarna putih. Bob keluar dari kamar dan mendekatiku. Ia menatapku sambil mengeong. Ia menuntut sarapan paginya segera disiapkan. Ya, ya, baiklah Bob. Kuseruput kopiku sejenak sebelum memenuhi permintaan Bob. Dengan sabar kucing gendut itu memperhatikanku yang sedang menyiapkan sarapannya. Terkadang, aku bisa begitu iri pada seekor kucing yang tampak tidak pernah peduli dengan rutinitasnya yang sepertinya lebih membosankan.

Ketika Bob menikmati sarapannya dengan lahap, aku memutuskan untuk membuat diriku terlambat tiba di kantor. Mungkin, sesekali, tidak ada salahnya merusak rekor tidak pernah datang terlambat itu. Maka, aku mencoba menikmati kopiku dengan tidak terburu-buru. Alih-alih meletakkan cangkir di atas meja dan menuju kamar mandi, aku membuka pintu balkon. Udara dingin menyeruak masuk. Tirai jendela berkibar tertiup angin dari luar. Dengan masih mengenakan baju tidur, aku mencoba menikmati pagi. Suara-suara sibuk sayup terdengar dari jalanan di bawah.

Lalu, setelah ini, apa yang harus kulakukan? Setelah memutuskan terlambat menuju kantor, apa yang harus kulakukan? Apa dengan begini, rutinitas menjemukan itu akan menghilang? Apakah aku bisa terbangun tanpa perasaan benci itu lagi?

Pikiranku berkecamuk ke sana ke mari, ketika sesuatu melintas turun dengan cepat di hadapanku. Seseorang menjatuhkan sesuatu dari atas?

Bukan. Seseorang menjatuhkan dirinya dari atas. Sekarang ia tergeletak tak bergerak. Orang-orang bermunculan dan suara-suara semakin berisik terdengar. Aku melihatnya dari balkonku. Tanganku masih menggenggam erat cangkir kopi. Aku bergeming menatap ke bawah. Pikiranku masih liar berkecamuk. Apakah orang itu sama denganku, tengah digerogoti rasa benci pada sesuatu yang tak ia mengerti?

Ada sesuatu yang salah. Aku tahu pasti itu. Tapi aku tidak mengerti itu apa.

[END]

*Picture: Pinterest

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s