Membeli Kado dengan Hati

FullSizeRender(1)

Tukar kado biasanya menjadi momen yang ditunggu menjelang tahun baru. Seseorang bisa saja mempunyai rencana 3 hingga 5 kali tukar kado yang tercatat dalam agendanya. Ya, nggak, sih? Tapi, hati-hati, acara tukar kado -selain tentu saja membawa kegembiraan dan menerima kado- bisa membuat seseorang kecewa pada orang lain.

Kenapa, sih? Karena sebagian pasti mencari kado dengan hati. Mereka ini bisa saja menghabiskan berjam-jam dan keluar masuk toko demi membeli kado yang menarik dengan harapan yang menerima akan senang dengan kado pilihannya. Nah, sebagian lagi adalah tipe yang penting punya kado untuk ditukar. Jadi, mereka malas membuang waktu untuk mencari kado terbaik. Yang akan terjadi adalah seseorang merasa kecewa dengan kado yang ia terima padahal ia merasa sudah memberi yang terbaik pada kado pilihannya. Sedangkan seorang lain senyum-senyum dengan kado yang ia terima padahal ia asal comot saat membeli kado. Terdengar nggak adil, ya? Yah… namanya juga hidup, hahahaha^^.

Padahal nggak asyik kan kalau momen menggembirakan itu malah membuat sebagian pulang dengan hati sedikit masam? Itu sebabnya acara tukar menukar kado biasanya punya aturan main. Ada minimal dan maksimum harga yang ditetapkan. Ada juga yang menentukan tema kado yang harus diberi. Lainnya, menentukan kisaran harga kado dan harus memasukkan struk pembelian ke dalamnya. Tapi, tetap saja tipe ‘yang penting punya kado untuk ditukar’ tetap ada.

Saya juga pernah mengalaminya. Saya ini tipe yang membeli kado dengan hati. Kalau membeli kado untuk seseorang mikirnya bisa lamaaaa banget. Browsing-browsing online shop, keluar masuk toko, sampai tanya pendapat teman. Nah, suatu ketika saat acara tukar kado, saya ‘hanya’ mendapat hadiah yang saya yakin banget teman saya ini malas mikir. Jadi, saya hanya bisa tersenyum berterima kasih, kemudian iri karena teman-teman saya dapat kado yang lucu-lucu. Bahkan, ketika masing-masing harus berfoto bersama kadonya, saya jadi malas. Hahahaha….

Ternyata saya nggak sendiri. Teman-teman pun terkadang merasakan hal yang sama. Dari obrolan saya dengan mereka, saya menarik kesimpulan bahwa ada beberapa jenis barang (walau sesuai dengan tema kado) yang sebaiknya tidak dijadikan pilihan. Kecuali, kamu memang berniat mengecewakan temanmu :p.

Apa saja tuh? Handuk; Nggak ada yang suka dapat handuk, soalnya cuma bisa dipakai buat mandi :|, T-shirt/Kaos: Ini malas mikir banget menurut saya, kecuali kaos yang kamu beli memuat brand atau tema yang sedang ngehitz saat itu, Botol minum atau container (tempat penyimpanan) macam tupp*rw**e atau l*onst*r, Mug standar, Frame foto – kecuali frame yang kamu beli memiliki bentuk unik dan nggak biasa. Mungkin itu saja, sih…. mudah-mudahan :p

Banyak banget yang nggak boleh, sih? Yah… manusia memang banyak maunya^^.

Nah, yang punya rencana mengikuti acara tukar kado, mari membeli dengan hati. Barang yang kamu pilih dengan hati dan membuat hati senang saat membelinya pasti juga akan membuat sang penerima merasa senang. Sama-sama bahagia, kan, jadinya? 🙂

Selamat bertukar kado dan selamat tahun baru!

20140712-182020-66020008.jpg

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s