Jendela mengingatkanku pada cinta yang menunggu*

20120909-102409.jpg

Jendela mengingatkanku pada cinta yang menunggu, begitu menurut Bumi – tokoh dalam novel Kala Kali*. Dan cinta yang menunggu mengingatkanku pada diri sendiri. Bertumpuk buku, bergelas kopi, dan berlembar tulisan yang tak kunjung selesai adalah caraku menunggumu. Sebenarnya hal itu baru saja kusadari ketika lagi-lagi kamu menghilang. Hanya menyisakan satu jejak dalam dunia berupa aksara dan gambar.

Jendela tempatku menunggumu telah mengusam. Ia tak lagi jernih memperlihatkanmu. Dan mungkin aku tak akan lagi menunggu hanya saat tembok yang menyangga jendela itu runtuh dan ikut mengenyahkannya, tiba. Atau ketika aku hanyalah berupa nama dalam ukiran di atas batu. Atau seseorang membuatkanku jendela baru.

Aku lebih memilih yang terakhir. Tentu saja. Tapi ketika jendela baru itu ada, ia hadir dalam keadaan tergembok dan kehilangan kuncinya. Hal itu mengembalikanku pada jendela kusam tempatku menunggumu.

Tulisan ini adalah tulisan yang baru akan selesai ketika tunggu itu telah mencapai tanda baca titik.

Saat ini, tunggu masih berada dalam koma.

——
*Kala Kali, Windy Ariestanty & Valiant Budi – Gagas Media 2012

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s