Satu Hal


Satu hal yang nggak pernah bisa hilang dari dalam kepala adalah sebuah kenyataan bahwa aku selalu jatuh kembali padamu. Hatiku yang selalu jatuh kepadamu. Ini lagu lama. Tapi, konon, lagu lama yang merupakan sebuah masterpiece dari penciptanya akan berdendang abadi di telinga. Mungkin itulah yang terjadi. Rasa suka ini adalah masterpiece dari hatiku. Maka ia akan berdendang abadi meski sesekali waktu ia memilih bersembunyi karena lelah.

Satu hal yang (mungkin) harus kuterima adalah membiarkanmu berdendang walau setiap irama yang terlantun berupa bulatan batu-batu berjatuhan dari gunung yang longsor. Jika aku harus tuli terlebih dahulu demi nggak mendengarmu berdendang, aku nggak mau.

Satu hal yang aku syukuri adalah sebuah kenyataan bahwa aku nggak pernah menyesali suka ini. Sebuah masterpiece nggak untuk disesali, bukan? Maka itu yang kulakukan. Maka diamlah di tempat itu dan berdendang, sementara aku mengucap syukurku.

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s