Married? Not married?

Sore hari. Jam kantor sudah usai. Tapi beberapa orang masih di ruangan, termasuk saya dan dua orang teman. Lalu salah satu (mari kita sebut dia Ms. gege – don’t ask why) datang mendekati saya yang sedang berusaha membantu seorang lagi (mari kita sebut dia Ms. bridezilla – am pretty sure you all know why) membalas email dari vendor dekorasi pestanya kelak.

Ms. gege baru saja selesai mengobrol dengan kakaknya melalui blackberry messenger. Mereka membicarakan cowok (what else, huh?). Kakaknya yang sudah menikah memberikan petuah-petuah kenapa Ms. gege sebaiknya menikmati kehidupan singlenya ketimbang mengasihani dirinya kenapa ia belum juga mempunyai kekasih. Tuhan tentu akan memberikan jika Ia rasa “ke-single-an” Ms. gege sudah selesai (walau bukan berarti tidak mencari, ya^^.) Lalu sang kakak mengajukan pertanyaan yang membuat Ms. gege membeku di tempat. Menurut sang kakak, dia juga pernah menghadapi pertanyaan ini, juga membuatnya beku di tempat, tidak tahu harus menjawab apa, tidak tahu harus melakukan apa untuk menghadapinya.

“Bagaimana jika Tuhan menentukan bahwa kamu harus hidup sendiri, tidak menikah?”

There, pertanyaan yang tidak diduga. Ms. gege tidak tahu harus menjawab apa. Lalu ia memberikan pertanyaan itu pada saya. Hal tersebut membuat saya teringat salah satu tante saya yang tidak menikah. Tapi mungkin itu adalah pilihan beliau. Saya melihatnya hidup bahagia. Bahkan, pada masa-masa sekolah dulu, dia adalah salah satu panutan saya. Saya ingin hidup seperti dia. Punya rumah dan mobil sendiri, sukses dalam karier.

But still, saat Ms. gege mengajukan pertanyaan itu, saya pun membeku. Iya, ya… bagaimana dong kalau memang begitu? Apa saya bisa menghadapinya?

Bahkan Ms. bridezilla yang konon sedang mempersiapkan pernikahannya pun tidak bisa menjawab. Oh well, kalau pun ia menjawab, mungkin akan saya abaikan. Karena, ya, dia itu kan berada dalam jalan menuju pernikahan. Hellooo? (no offence, darling :p).

Kembali pada pertanyaan itu. Saya masih tidak bisa menjawabnya. Mungkin tidak ada wanita muda single di dunia ini yang bisa menjawabnya.

Saya mencoba membayangkannya dalam kepala. Saya tidak menikah. Berarti saya sukses dalam karier :p. Saya menghamburkan uang untuk memanjakan keponakan-keponakan saya, mungkin. Tapi artinya saya hidup sendirian, dong. Oh, mungkin bersama kucing-kucing saya. Am gonna be the old lady with cats? Sweet mother nature! Membayangkannya pun membuat saya mengernyitkan dahi.

Tapi saya yakin, bayangan dalam kepala yang mengernyitkan dahi itu, dan ketidakmampuan saya dan Ms. gege (even Ms. bridezilla) dalam menjawab pertanyaan tersebut, hanyalah bentuk ketakutan karena pada usia kami ini belum menemukan “The One.” Karena, coba pikir pakai logika, nggak mungkin, kan, Tuhan membuat suatu keputusan yang akan membuat kita nggak bahagia?
So, saya mencoba menyerahkan jawabannya pada Yang Di Atas saja, meskipun memang nggak semudah mengucapkannya. Worth to try, right?

Jadi, apa jawabanmu jika dihadapkan dengan pertanyaan itu?

Posted with WordPress for BlackBerry

Advertisements

7 thoughts on “Married? Not married?

  1. Hadoh. Gawat. Dia posting tentang ini. Mikirin jalan-jalan aja gimana? Yuuuuk… πŸ˜€

  2. Begini ms. gege, kamu bisa salahkan mata dan otak saya yang mendadak segar semalam, bawaannya jadi pengen nulis (kamu pasti sangat mengerti). Ini hasilnya kalau berencana merem jam 10 malah melek terus sampai jam 1 :D.

    Tulisan berikut mungkin tentang jalan-jalan (kalau mendadak melek terus sampai pagi lagi) :p

  3. bwah, menikah tak menjamin hidup kita jadi lebih bahagia (aku bisa bilang begini (mungkin) karena pernikahan orang2 yang dekat denganku banyak yang bermasalah). meski banyak juga orang2 yang sudah menikah yang mengklaim kalau menikah membuat mereka (lebih) bahagia. kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda, kurasa. tapi saat ini aku bisa bilang bahwa aku sangat menikmati hidup melajangku. kalau akhirnya nanti menikah, kuharap aku bisa tetap bahagia (God help! diriku terlalu banyak melihat orang2 menderita dalam pernikahan).

  4. anneeeee, apa kabarrrr? *peyuk* :D. aku…aku…aku…juga menikmati hidup melajangku, kok, hehehehe :”p

  5. married or not married itu pilihanmu darling, bukan Tuhan. “Tuhan menciptakan manusia berpasangan-pasangan” (remember those dear). so believe me, “The one” will be there, be calm, stay cool, hope he will come closer to u. Cheers and keep smiling baby

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s