Kamu sudah mendapatkannya, ya?

Sejak awal saya terjatuh, saya seratus persen menyadari bahwa akhirnya adalah ini. Tapi, ya, saya menolaknya. Terus. Bahkan ketika entah dengan penuh kesadaran atau tidak, saya kerap menambal retakan itu berulang kali. Menggunakan lem. Menggunakan selotip. Menggunakan apapun yang dapat menyatukan kembali.

Tapi terus meretak. Dan hari ini adalah hari ketiga sejak saya menyadari sinyal itu. Sinyal yang berusaha mengatakan pada saya bahwa kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari untuk memenuhi waktu-waktu milikmu. Kamu sudah tidak memerlukan saya lagi untuk mengisinya. Selarut apapun saya menahan diri untuk tidak menjelajahi mimpi, kamu tidak akan mengetuk jendela itu lagi.

Patah kali ini terasa begitu menyebalkan. Mengesalkan. Satu saat nanti kamu akan menyadari bahwa kamu yang membutuhkan. Lalu kamulah yang akan meretak.

Kamu.

Bukan saya.

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s