Jogja Day 2

Tidak berbeda dari hari 1, hari 2 juga dimulai dengan sarapan mengenyangkan, lengkap dengan Indonesian omelette favorit teman-teman saya 🙂 . Kegiatan hari ini dimulai dengan ibadah di gereja (Hari Minggu lho, ini). Kami terlambat lima belas menit karena salah info jam ibadah. Yang penting tidak ketinggalan khotbahnya. Itu yang penting, bukan?

Anyway, kesimpulan khotbah hari itu adalah:

Tidak ada sesuatu di dunia ini yang kebetulan.

p
Foto dulu habis nonton :p

Selesai ibadah -mengambil tema liburan kali ini yang dicetuskan seorang teman, Benalu- kami langsung mengganti sepatu dengan sendal jepit, memasang kacamata, mengeluarkan payung, dan berjalan ke arah Taman Pintar :p. Cukup menarik. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang mendukungnya. Semoga Taman Pintar ini tidak hanya sekedar menjadi ‘angin lalu’. Kami menyempatkan diri menonton film sains 4D di sana. Dan saya tidak tahu kenapa anak-anak yang menonton teriak-teriak melulu. Apa ada yang mengejutkan? Apa ada yang menyeramkan? Atau hanya masalah sudut pandang anak-anak dan dewasa, ya? *Oh, kamu sudah dewasa, ya, Yu?”

Setelahnya kami menuju Vre De Burgh. Jujur, dari semua tempat wisata (kecuali Ullen Sentalu) yang kami datangi, hanya tempat ini yang terlihat bersih dan terawat. Padahal harga tiketnya hanya Rp.750,-! Saya ulangi, tujuh ratus lima puluh rupiah saja! Lagi-lagi, dengan prinsip Benalu yang menjadi tema, kami mulai menghabiskan memori kamera masing-masing :p

Menyerah pada kekuatan matahari, kami akhirnya memutuskan makan di area mall

happyyy!
happyyy!

malioboro :p. Dingin bo! Seharusnya berlanjut ke Keraton, tapi ternyata sudah tutup. Akhirnya diputuskan Taman Sari adalah tujuan berikutnya. Saya sudah pernah ke sana sebelumnya, tapi tentu saja kali ini berbeda. Ada sesi foto-foto, kan? whahahaha xD. Oh, kami menggunakan transport becak, btw.

Karena teman-teman saya ingin membeli bakpia, berputar-putarlah kami mencarinya. Banyak yang habis karena memang bakpia adalah salah satu incaran wisatawan yang saat itu tengah membludak di Jogja. Akhirnya kami mengantri di tempat pembuatannya. Acara berlanjut dengan menemani teman-teman membeli oleh-oleh. Kami ke Mirota saja, malas berdesak-desakan. Di tempat itu pun sebenarnya penuh. Anyway, kalau jeli, kita bisa mendapatkan baju-baju lucu di Mirota. Kami akhirnya membeli dress kembar 😀

Mereka, kok, belanjanya lama, ya?
Mereka, kok, belanjanya lama, ya?

Bingung memutuskan mau makan malam di mana, akhirnya kembali lagi ke mall malioboro. Dan gara-gara satu celetukan dari teman saya, kami putuskan untuk makan mie rebus saja di rumah. Padahal saat itu kami telah duduk manis di dalam resto Pizza Hut. Keukeuh dengan keinginan menyantap mie rebus, kami hanya memesan minuman dan lalu pergi. Hihihi…

Ya, hari kedua ditutup dengan menyantap mie rebus ditemani milo hangat dan tetes hujan di luar rumah. Hmm…

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s