‘Bisnis’ to Jogja

Bisa dibilang saya bukan lagi seorang wisatawan kalau datang ke Jogja. Pertama, saya sudah terlalu sering ke sana (walau tetap saja nggak ngerti apa-apa dan buta arah :p). Kedua, kelak, Jogja akan menjadi kota tujuan saya saat mudik :p Tapi seperti yang telah saya tulis sebelumnya, saya menuju Jogja bersama teman-teman yang beberapa belum pernah menginjakkan kakinya di sana.

manusia atau sarden?
manusia atau sarden?

Maka berangkatlah kami bertujuh. Mengatasnamakan hemat, kami menggunakan jasa kereta api kelas bisnis – Senja Utama. Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak terakhir kali saya naik kereta bisnis. Walau sudah memperkirakan bagaimana nanti keadaannya, tetap saja saya terkejut. Sungguh, sumpek sekali. Manusia-manusia bertumpukan dalam tiap gerbongnya. Kalau bisnis saja sudah begini, apa kabar ekonomi? Orang-orang jualan lalu lalang, tidak peduli mereka susah melewati ‘tumpukan’ manusia yang tergeletak di lantai kereta. Dan hampir saja jendela di samping tempat duduk kami tidak dapat terbuka. Sepanjang perjalanan, entah berapa kali kereta berhenti. Ah, tapi harus saya beri senyum untuk ketidakngaretannya saat keberangkatan.

Bisa dibilang saya tidak tidur sama sekali sepanjang perjalanan. Bagaimana bisa?!

Tapi ternyata teman saya bisa. Dengan suksesnya dia tidur di sebelah saya.

p
ngga bisa tidur, foto ajalah :p

Tapi ternyata seorang bapak bisa. Dengan suksesnya dia tidur di sebelah kursi kami, berselonjor kaki, menutup wajahnya dengan handuk kecil. Dan ngorok. Keras. Terbangun dua kali. Saat dicolek petugas tiket dan saat tiba di Jogja.
Dan saya hanya bisa berharap pada keajaiban *halah!*

Lucu, ternyata saya satu kereta dengan seorang teman. Hanya berbeda gerbong. Dia ada di gerbong 3 yang entah bagaimana keadaannya. Saya di gerbong 2 yang oh-sungguh-cepat-keluarkan-saya-dari-sini-! Dan ada satu gerbong yang membuat saya dan teman-teman bertanya-tanya; gerbong 1 yang keadaannya sungguh gelap gulita. Apa kabar manusia-manusia di dalamnya, ya?

Dan setelah kami bertujuh saling mengulang pertanyaan yang sama; are we there yet? tibalah kami di Jogja. Langit sudah terang dengan sedikit gerimis. Dengan dua taksi kami menuju tempat di mana kami akan menginap; rumah saya.

Well, welcome to Jogja.

Kalau tidak malas, saya akan bercerita tentang tempat-tempat wisata yang sukses kami kunjungi :p

Advertisements

One thought on “‘Bisnis’ to Jogja

  1. saya sebenarnya sangat menyesal dengan akan berakhir beroperasinya maleks jurusan ml sgu per 1 desember mendatang. Mestinya bersamaan denga dihapuskan trayek kereta tersebut, harus ada pengganti trayek keretaapi tujuan Bandung, mengingat para penumpang tujuan badung yang harus ke surabaya akan terkendala melewati lumpur porong yang sangat memakan waktu lama. Itulah yang menghambat perjalan kami bilamana akan ke bd, tolong pihak pt kai khususnya daop 8 Sgu untuk segera membantu kami yang akan ke Bandung dari Malang. Trimakasih

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s