Kotak Sepatu Tua :: Rainna

[Ivy Magazine Office – London West]

“Rainna…”

Perempuan mungil yang dipanggil namanya itu tengah serius di depan monitor PC-nya. Tangan kirinya memegang gelas kertas berlogo Starbuck. Ia sama sekali tidak menyadari sudah tiga kali namanya dipanggil ulang.

“Rainna!”

“Huh?” Rainna mengalihkan pandangannya dari layar monitor.

Betsy menggelengkan kepalanya. Sudah bertahun lamanya berteman dengan Rainna, ia masih saja tak habis pikir dengan kebiasaan sahabatnya itu.

“Tidak sadar ya, teleponmu berbunyi dari tadi?” ucap Betsy, berdecak heran.

“Ha? Oh, ya ampun…. Ouch!” panik Rainna, buru-buru meletakkan gelasnya di meja. Kopinya sedikit terpercik, membasahi kertas di bawahnya. Alih-alih menyambar tissue dari kotaknya, ia justru menyenggol kotak tempat alat tulisnya bernaung. Menciptakan sedikit bunyian saat kotak itu jatuh ke lantai menghamburkan isinya.

Akhirnya, dengan ‘penuh perjuangan’, Rainna berhasil menempelkan gagang telpon itu di telinganya.

“Hallo, ya? … Apa, sudah ada? Oke, akan saya ambil sore nanti. Terima kasih banyak.”

Betsy masih memandang Rainna dengan wajah ingin tertawa.

What?” cetus Rainna.

“Tidak, apanya yang sudah ada?” Betsy mendekati Rainna, memungut sebatang pensil yang tadi terjatuh dari tempatnya dan luput dari pandangan Rainna yang panik.

“Oh, itu, buku yang kupesan sudah ada.”

“Jadi, kau pasti minta kutemani ke toko buku, kan?”

Rainna tersenyum “Benar, Be. Kau pintar!”

“Huh!” decak Betsy kembali. “Anyway, tadi waktu kau pergi, ada telepon untukmu.”

“Ya?”

Betsy mengangguk, “mmm… dari Jakarta,” ucapnya berhati-hati.

Jakarta.

Betsy tahu persis, Rainna tidak suka menyinggung kota itu. Sesuatu yang terjadi di Jakarta membuat Rainna pergi. Dan ia selalu menghindar saat orang-orang mulai bertanya tentang kota di negaranya tersebut.

“Oh… okay. Thanks, Be.” Dan Rainna pun kembali menekuni pekerjaannya.

Kalau Rainna boleh membuang satu hal dari dalam hidupnya, itu adalah kehidupannya di Jakarta. Sayang, ia tak bisa melakukannya. Yang ia bisa, hanyalah melarikan diri darinya.

to be continued…

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s