The Painted Veil

Kemarin, saat – akhirnya setelah sekian lama – saya bersua dengan teman-teman dekat saya, kami memutuskan untuk menonton The Painted Veil (Saya yang memutuskan, lebih tepatnya^^). Setelah membaca postingan di blog Hanny, saya memang jadi ikut penasaran dengan film ini.

Film yang diangkat dari novel klasik karya W. Somerset Maugham ini menceritakan sepasang suami istri yang tengah meregang akibat sebuah perselingkuhan. Dan pada tempat yang sama sekali asing, mereka berusaha menebus kesalahan-kesalahan dan mencoba menemukan kembali cinta mereka.

Hanya dalam hitungan detik pada opening scene-nya, saya sudah jatuh cinta pada film ini. Sang sutradara berhasil memunculkan efek yang diinginkan dari visualisasi film ini. Saya beri nilai sepuluh dari sepuluh poin yang tersedia :).

Hebatnya – bagi saya – film ini membuat saya ingin membaca novelnya. Suatu hal yang sebelumnya tidak akan pernah saya lakukan. Saya memang cenderung tidak akan membaca buku yang sudah saya lihat versi movie-nya terlebih dahulu. Tapi The Painted Veil ‘merusaknya’. Saya benar-benar harus mencari novelnya. I don’t know why….

Dan seperti film-film lain yang berhasil menggugah saya, menonton ini membuat hasrat menulis saya yang sedang meredup mulai muncul kembali.

Advertisements

2 thoughts on “The Painted Veil

  1. sebenarnya itu pendapatku pribadi… tapi, emang, filmnya bagus bangettt… uhuhu.. jadi pengen beli novelnya^^. Kapan itu aku liat di periplus PI, tapi udah terlanjur borong komik, huks 😦

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s