Iri Pada Saya? Hieee…!

Kenapa dua orang itu iri pada saya? Keinginan saya selalu terkabul dengan mudah, menurut kalian? Well, salah besar!

Buat apa kalian iri, sementara jika kalian berdua dan saya diibaratkan dengan tiga anak tangga, sayalah yang berada di urutan paling bawah?

Kalian sudah terlalu lama berada dalam dunia kalian sendiri, tanpa berkeinginan berada di sini, bersama kami. Itu sebabnya, kalian sama sekali tidak tahu apa pun tentang saya, tentang kami. Dan jangan salahkan saya, jika mereka menyindir absennya diri kalian dari antara kami.

Tahukah kalian,
Saat saya sedih, saya datang pada mereka. Bukannya mengurung diri dan mencipta tanya.
Saat saya bahagia, saya pun datang pada mereka. Bukan hanya sekedar pamer, lalu kembali pada dunia luar.

Lalu kalian?

Jika ini bisa membuat kalian lega, saya akan mengaku satu hal. Saya pun PERNAH iri pada kalian. Ya, pernah. Sekarang, rasa itu sudah saya singkirkan jauh-jauh. Karena saya sudah menyadari bahwa rasa iri itu hanya akan menghambat diri sendiri. Lebih baik saya mengurus kelebihan-kelebihan dalam diri saya yang nyaris terkubur oleh rasa iri itu.

So… please, hentikan rasa iri itu. Hanya akan membuat saya dan mereka serta diri kalian sendiri sedih.

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s