Pray

Kadang saya kerap bertanya-tanya, kenapa Tuhan tidak juga mengabulkan doa saya. Apakah doa saya kurang panjang? Apakah saya kurang menyerap isi doa itu sendiri? Ataukah kesalahan saya terlalu banyak, hingga Ia tidak mengabulkan doa saya sebagai hukumannya?

Pikiran-pikiran buruk itu memang terkadang muncul kala hati saya sedang pesimis. Hingga suatu minggu petang, dalam sebuah kebaktian rutin di gereja, sebuah ayat dari Alkitab di suarakan oleh pendeta di mimbar.

“…… Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”~Yakobus 4: 2-3~
Ayat itu mencoba menyadarkan saya, bahwa selama ini mungkin isi doa saya hanyalah keinginan duniawi saya, hanya untuk memuaskan nafsu duniawi. Bukan keinginan untuk kebaikan bersama, atau pun untuk kebaikan saya sendiri berdasarkan kehendakNya.

Sejak itu saya terus mencoba merubah prioritas keinginan saya. Karena yang saya inginkan belum tentu yang terbaik untuk saya. Dan belajar memahami kesabaran, karena doa yang lama tak terjawab, bukan berarti Tuhan tak ingin mengabulkan, Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjawabnya.

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s