Kembali Rindu

“kucing itu termasuk someone nggak?” tanya saya saat seorang kenalan baru –seorang penulis muda berbakat– bertanya suatu pagi dalam ‘obrolan’ kami, tentang status YM saya.

“kalau aku, iya” jawabnya.

“kucingku kuanggap adikku” sambungnya lagi.

Dan saya tersenyum. Mungkin seperti itu juga buat saya. Ah, tapi mungkin bukan sebagai adik. Sebagai anak, barangkali? Karena, dulu, tanpa sadar saya sering mengucapkan ‘sini, ikutin mama’ padanya. Tentu saja setelah tersadar saya langsung menoleh ke kiri, ke kanan. Karena jika ada yang mendengar, sudah pasti mereka akan menertawakan.

Ikatan emosional antara hewan peliharaan dan pemiliknya yang biasanya saya lihat ada dalam film-film ternyata juga terjadi pada diri saya. Padahal ini bukan kali pertama saya kehilangan mereka.

Dan hari ini, saat mendung menyapa langit, saya kembali rindu padanya. Genangan air nyaris tumpah dari pelupuk mata tatkala teringat betapa dia senang menatap tetesan hujan dari balik pintu, dan akan lari bersembunyi saat petir menggelegar.

“Langit memburam, mungkin ia akan menangis sebentar lagi…. Kenapa sejak kamu pergi, hujan terus mengguyur?”

Rasanya seperti patah hati saja….. ^_^

Advertisements

Hey you, thanks for reading. Let's talk now :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s