Hei, kupikir aku melihatmu kemarin di lorong itu. Hanya sekelebat memang, tapi aku sempat melihatmu melirikku. Seseorang pernah berkata padaku, kamu tidak akan datang begitu saja ke hadapan seseorang. Kamu lebih suka pada orang yang mengejarmu, orang yang berusaha untuk mendapatkanmu, bukan orang yang hanya duduk manis menunggu. Mungkin itulah yang ingin kamu katakan lewat matamu, kemarin.
Bagaimana menghadirkanmu dalam kehidupan adalah sebuah pilihan. Jadi ketika aku memutuskan untuk memulai perjalanan mengejarnya, detik itu pula aku memutuskan untuk tidak melihatmu. Saat itu aku berpikir kamu pasti akan datang jika dia dapat kukejar dan kutemukan.
Padahal sesungguhnya aku sudah mengerti bahwa tidak hanya melalui dia, aku bisa menghadirkanmu. Aku hanya terlalu buta.
“Mengejar Kebahagiaan lebih seru daripada mengejar cinta,” ucap seseorang.
Dan itulah yang kulakukan sekarang. Itulah mengapa aku menulis surat ini, untuk memberitahumu bahwa aku telah memutuskan menyudahi perjalanan yang salah arah itu.
Dan mulai mengejar-Mu.
Penuh cinta,
A.
