Satu Sore

2009 August 17
tags: ,
by fortherose

Dari dalam mobil yang sedang melaju, ia menikmati pandangan matanya pada dunia luar. Ia selalu melakukannya. Itu adalah salah satu alasan kenapa ia memilih tidak menyetir sendiri (selain karena belum berani dan rasa malas^^).

Semburat jingga mulai menyembul dari goresan-goresan putih yang menutupi biru langit. Hampir sama seperti kehidupan pagi, kehidupan bergerak riuh sore itu. Walau, tentu saja, kehidupan tak pernah tidur di kota itu.

Pada sore itu ia melihat seekor anjing liar sedang menggigiti botol air mineral yang tergeletak di tanah di tepi jalan. Sementara detik sebelumnya, seekor anjing dengan bulu halus berkilau sedang berjalan bersama tuannya.

Pada sore itu ia melihat seorang anak kecil sedang membantu sang ayah membuka warung tendanya untuk persiapan mereka berjualan (mungkin) hingga tengah malam nanti. Sementara di sekeliling mereka ada keriaan anak-anak sebayanya yang baru saja keluar dari sekolah mereka yang tepat berada di depan warung tenda tersebut.

Pada sore itu ia melihat seseorang dengan tenangnya melempar sampah ke jalan. Sementara tak jauh dari sana seorang petugas penyapu jalanan sedang berusaha membersihkan jalanan dari sampah-sampah berserakan.

Pada sore itu ia melihat beberapa ekor kucing liar mengais tempat sampah mencari makanan. Sementara kucing dalam rumahnya bahkan dapat memilih untuk tidak memakan makanan yang tidak disukai.

Dari dalam mobil yang sedang melaju, ia hanya dapat memandang dan berpikir betapa jarak terpaut begitu jauh di antara sesama ciptaan Tuhan. Begitu banyak cara dan kesempatan untuk menolong. Ia hanya tak tahu harus memulai dari mana.

*gambar minjem tanpa ijin dari sini :p*

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS