Pada hari merah muda…
*Terjemahan bebas dari curhat seorang teman
(honey, pinjam curhatmu yak, lagi pengen nulis mellow nih… hihihi :p)
Bagiku, kamu adalah langit. Satu langit tempatku berteduh, tempat di mana aku mampu mengeluarkan seluruh sisi positifku, sisi terbaikku. Dan aku mengerti betapa besar rasa darimu yang menyelimutiku. Dan ketika aku membiarkanmu dengan teka-teki selama dua bulan terakhir ini, aku sadar bahwa aku membuat awan mendung di langit. Biru itu merupa abu-abu yang tidak mustahil akan menjadi hitam. Aku membiarkan rintik-rintik gerimis jatuh dengan harapan tetes itu tidak menjelma petir.

langitku
Hingga hari itu. Hari di mana kamu memberikan seutas garis mati di hari yang tersaput warna merah muda. Aku sungguh tidak ingin kehilangan langitku. Namun aku pun tak ingin menjadi lebih buruk dengan membiarkanmu menerima sembarang jawab. Sayang, teka-teki itu bukan hanya milikmu, tapi milikku juga.
Sekali lagi, satu hari berlalu tanpa teka-teki itu terselesaikan. Entah dua akan menjadi satu, atau dua tetap akan menjadi dua.


selalu kau membuat indah dari hal2 yang sederhana saja mulanya….
ehehehe…. thanks for the compliment, may :”)
langit hatimu, langit jiwamu
birumu , biruku
mungkin telah di garis takdir
tapi rasa selalu berjuang
mengejar batas yang terlihat
‘ah hanya fatamorgana sayang?”
begitu hidup harus dijaga
begitu doa
segala harapan berjelaga