Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?
Kata orang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Buat saya, itu tergantung situasi dan kondisi. Terlambat datang ke suatu acara formal di mana hanya ada beberapa orang yang saya kenal? Lebih baik saya tidak usah datang sama sekali. Terlambat mencapai ‘garis finish’ sementara teman-teman yang lain bahkan sudah ‘duduk-duduk membasahi kerongkongan mereka yang kering dengan berbotol-botol air es’? Saya akan terus menuju garis finish tersebut. Semua tergantung situasi dan kondisi.
Sama halnya dengan kakak saya yang biasanya enggan ‘menyentuh’ buku-buku fiksi, apalagi yang bergenre pop. Suatu hari ia yang penasaran kenapa banyak orang membicarakan film twilight, akhirnya menonton film tersebut bersama sang suami. Seperti perempuan-perempuan lainnya, ia pun tersihir oleh the hottest vampire – edward cullen. Dan dalam tiga hari ia menghabiskan novel Twilight-New Moon-Eclipse dalam rak buku saya, bahkan draft Midnight Sun yang diputus begitu saja oleh sang penulis sudah habis dilalap.

Mas Edward Cullen yang bikin cewek-cewek jadi gila
Hari gini baru mulai ngefans sama Edward Cullen? Well, itu jenis terlambat yang bukan terlambat^^. Silahkan diteruskan :p. Sialnya saya lalu menemukan buku Breaking Dawn english version dalam kamarnya. “Iya, gue penasaran, ngga sabar nunggu versi GPU”. Darn! Bilang dong, tahu gitu kan saya ikutan baca!
Oh, whahahaha…. ternyata saya pun ‘terlambat’ dalam hal membaca Breaking Dawn :p
Lalu bagaimana dengan cerita ‘Terlambat’ yang ini:
Pada suatu hari yang lalu, tepatnya tahun 2003, muncullah majalah komik Nakayoshi yang kemudian disusul oleh Shonen Magz. Saya yang begitu semangat dengan kemunculan mereka lalu menulis email pada si penerbit berisikan rasa senang saya dan menanyakan bagaimana cara berlangganan. Tapi seperti biasa, menunggu tanggapan dari penerbit besar itu seperti menunggu kucing melahirkan anak ayam *hiperbol*. Dan lalu saya melupakan e-mail tersebut. Apalagi membaca majalah komik itu ternyata menyebalkan. Begitu banyak cerita yang harus dibaca tapi berakhir dengan tidak tuntas. Hanya membaca satu chapter selama satu, dua bulan? Mana sabar! Akhirnya saya tidak pernah membaca majalah komik lagi. Nunggu komik satu judulnya saja muncul.
Tak diduga tak disangka *halah*, kemarin sebuah email masuk dalam inbox saya. Email itu adalah balasan dari email yang saya kirimkan pada tahun 2003 lalu! Email pertama berisikan tanggapannya atas email saya dulu. Menyusul formulir berlangganan pada email kedua.
Nah, kalau yang ini terlambat jenis apa, ya? :p

