Berita Pagi

2008 November 4
tags:
by fortherose

Hari itu adalah badai, jika ingin kudramatisir. Pagi pembuka yang bagai opening scene dalam indie film tiba-tiba menjelma telenovela di tengah cerita. Dan aku adalah drama queen. Hal lain bagai kerikil, sementara masalahku adalah gunung batu.

Tiba-tiba saja aku menangis. Bukan tanpa sebab, melainkan sebab-sebab itu telah terblender dengan sempurna hingga aku tidak tahu bagian mana yang membuatku menitikkan airmata. Tiba-tiba saja aku kesal. Bukan tanpa sebab, melainkan sebab-sebab itu saling berbenturan, pecah berkeping-keping, hingga aku tidak tahu bagian mana yang membuatku ingin berteriak.

Lalu kusadari bahwa hari itu adalah bagian dari hari-hari sang bulan. Tapi tentu saja berbeda dari bulan lalu, karena telah tercampur bahan-bahan tambahan yang membuatku menjadi drama queen.

Perasaan dengan sebab tak jelas itu masih terasa menusuk-nusuk hingga kini, namun pagi yang baru datang membawa sebuah berita yang berhasil mengaburkannya. Seperti telenovela, masalah ini pun akhirnya berakhir bahagia. Tapi happy ending itu bukan milik perjalanan keinginanku, melainkan milik salah satu scene kecil dari seluruh perjalanan yang belum berakhir.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS