Kapan Pergi
aku rindu berdekap dalam kumpulan huruf yang menarikan kata dalam kepala. maka di sinilah aku ada. ketika kamu kembali hadir tepat saat hariku ingin menyambut genggaman musim semi. kamu mengganggu. sungguh.tapi aku tak pernah terganggu. pun ketika sosokmu hanya puas berdiam di tepi jendela tanpa keinginan menyentuh pintu yang terbuka lebarlebar.
pintu itu ada untukmu. selalu ada. meski kamu lebih suka menyapa lewat jendelajendela yang bahkan tak sanggup kupecah demi merebutmu. maka di sinilah aku ada. menjalin kumpulan huruf dengan benang sutra rapuh yang bahkan sanggup terputus oleh sentuh nafasku dan mu.
kapan kamu akan benar-benar pergi, aku tak pernah tahu. bahkan ketika orang itu memutuskan melanjutkan jalannya, kamu tak pernah pergi. kamu susuri jejakjejaknya. kamu rangkai menjadi setapak untuk memudahkan meraihnya. lagi dan lagi.
kapan kamu akan benar-benar pergi, aku tak pernah tahu. bukan ragamu namun dirimu.

