Saya menyukai kegiatan membaca. Dan bergabung dalam komunitas yang berisikan orang-orang dengan minat yang sama adalah hal menyenangkan. Untuk itu saya berterimakasih atas keberadaan goodreads; sebuah situs yang memungkinkan kita menyusun buku-buku yang akan, sedang, dan sudah kita baca. Tentu saja kita dapat menulis dan membaca komentar-komentar tentang buku-buku tersebut. Goodreads bagaikan rak buku pribadi di dunia maya.
Saya sendiri senang menelusuri review-review yang ditulis para goodreaders (sebutan bagi pengguna situs goodreads) berikut balasan-balasan pro-kontra yang terkadang, jika review-nya memancing, bisa mencapai ratusan balasan. Menyenangkan.
Namun pernah satu ketika ada yang mengganggu saya pribadi. Beberapa tampak enggan memberitahu bahwa ia membaca pop literature macam chicklit atau teenlit. Beberapa ‘terpaksa’ memberitahu namun review-nya berisi pembelaan diri tentang kenapa akhirnya ia membacanya. Seperti halnya salah satu ‘balas-balasan’ review sebuah buku yang sempat saya baca ini (kalimat telah diedit tanpa menghilangkan maksudnya dan agar tidak menyinggung yang bersangkutan ;p)

Saya baru sadar kalau Agustus kemarin saya nggak posting monthly loves :p. Sebenarnya monthly loves Agustus itu proyek ramadan saya di kantor… maksud saya sekalian promosi, lha malah lupa….wahahahaha xD. Anyway, ada tiga sebenarnya – semuanya produk untuk anak-anak (Ya iyalah). Silahkan diintip gambarnya di sini dan di sini untuk kartu pop-up, selain itu, ada puzzle dan buku stiker. Pokoknya lucuuu dehhh *halah, promosi telat!*
Untuk September ini, saya jatuh cinta dengan novel baru Dee, yang konon kata poster yang saya lihat di gramedia, bakal difilmkan.

Dari dalam mobil yang sedang melaju, ia menikmati pandangan matanya pada dunia luar. Ia selalu melakukannya. Itu adalah salah satu alasan kenapa ia memilih tidak menyetir sendiri (selain karena belum berani dan rasa malas^^).
Semburat jingga mulai menyembul dari goresan-goresan putih yang menutupi biru langit. Hampir sama seperti kehidupan pagi, kehidupan bergerak riuh sore itu. Walau, tentu saja, kehidupan tak pernah tidur di kota itu.






