Seorang teman sedang jatuh cinta. Well, mungkin kata tersebut kurang tepat mengingat dia selalu menolak saat saya dan teman-teman lain mulai menggodanya.
Akan saya ulangi. Friend of mine has a crush on her friend. Sedikit lebih baik
Saya menyukai kegiatan membaca. Dan bergabung dalam komunitas yang berisikan orang-orang dengan minat yang sama adalah hal menyenangkan. Untuk itu saya berterimakasih atas keberadaan goodreads; sebuah situs yang memungkinkan kita menyusun buku-buku yang akan, sedang, dan sudah kita baca. Tentu saja kita dapat menulis dan membaca komentar-komentar tentang buku-buku tersebut. Goodreads bagaikan rak buku pribadi di dunia maya.
Saya sendiri senang menelusuri review-review yang ditulis para goodreaders (sebutan bagi pengguna situs goodreads) berikut balasan-balasan pro-kontra yang terkadang, jika review-nya memancing, bisa mencapai ratusan balasan. Menyenangkan.
Namun pernah satu ketika ada yang mengganggu saya pribadi. Beberapa tampak enggan memberitahu bahwa ia membaca pop literature macam chicklit atau teenlit. Beberapa ‘terpaksa’ memberitahu namun review-nya berisi pembelaan diri tentang kenapa akhirnya ia membacanya. Seperti halnya salah satu ‘balas-balasan’ review sebuah buku yang sempat saya baca ini (kalimat telah diedit tanpa menghilangkan maksudnya dan agar tidak menyinggung yang bersangkutan ;p)






