Hujan, tempo hari aku bertemu dengan seorang sahabat lama yang selama ini terpisah benua. Setelah sejenak saling mengingat masa lalu, dia berkata padaku, “sebenarnya, Lan, aku ingin pulang.”
“Bukankah kau sudah pulang?” tanyaku heran, mengira dirinya tengah bercanda. Dan dia tersenyum, tapi matanya tidak. Belakangan kutahu bahwa yang dirinya maksud dengan pulang adalah kembali ke Inggris, negara yang ditinggali bersama sang kekasih yang telah memutuskan hubungan mereka.

